Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajaib Namun Konkret, Istri Gugat Cerai Suaminya Lantaran Tidak Pernah Adu


Bаru-bаru іnі mеdіа реmbеrіtааn dі Unі Emіrаt Arаb ѕеmраt dіrаmаіkаn оlеh сеrіtа реrсеrаіаn раѕаngаn ѕuаmі іѕtrі уаng grеѕ ѕаjа mеnjаlаnі rumаh tаnggа ѕеlаmа ѕаtu tаhun.


Bukan alasannya adalah intrik yang begitu pelik sehingga dongeng mereka menjadi buah bibir, melainkan hanya lantaran sang suami dianggap terlalu memanjakan istrinya.

Sang istri menggugat cerai suaminya di pengadilan Shairah yang terletak di Fujairah. Dia merasa bahwa sang suami terlalu mencintai dan memanjakan dirinya.

Uniknya, ia justru merasa terganggu akan hal itu. Sang suami juga senantiasa membantu istrinya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah sehingga sang istri merasa tidak tenteram.

Dilansir dari Oddity Central, ia bahkan menyampaikan pinjaman dan kasih sayang dari suaminya itu selaku neraka dunia.

Mereka juga tidak pernah beradu argumen sedikit pun lantaran sang suami senantiasa sepakat dengan istrinya dalam hal apa pun.

“Dia tidak pernah mengatakan dengan suara keras, dan beliau tidak pernah menciptakan saya kecewa ataupun duka,” ujar sang istri yang tidak bisa disebutkan identitas aslinya.

“Saya merasa stress oleh cinta dan perhatian yang begitu ekstrem dari dirinya. Dia bahkan menolong saya membersihkan rumah. Saya sangat mendambakan adanya pertikaian di antara kami, tetapi hal itu tidak mungkin terjadi dengan suami aku yang senantiasa memaafkan saya dan memberi saya banyak hadia,” lanjutnya.

sang istri juga memberikan bahwa dirinya memerlukan suatu diskusi atau perdebatan dalam membangun rumah tangganya.

Lantaran tak ada hal itu, dirinya merasa tidak sepaham dengan suami.

“Saya memerlukan diskusi atau perdebatan yang nyata di antara kami, bukan hidup yang bebas dari hukum-hukum,” pungkas sang istri.

Di sisi lain, sang suami merasa bahwa selama ini dia tidak merasa sudah melaksanakan kesalahan pada istrinya.

Menurut penuturannya, ia cuma menjajal menjadi suami yang sempurna dan baik hati.

Sayangnya, afeksi-afeksi yang dia persembahkan untuk sang istri justru bikin sang istri merasa tidak tenteram dan menggugat cerai dirinya.

“Rasanya tidak adil jikalau kita menghakimi rumah tangga yang gres berjalan selama setahun, dan siapa pun bisa belajar dari kesalahan,” ujar sang suami yang berharap pernikahannya dapat diselamatkan.

Sang suami pun bisa dibilang mujur alasannya pihak pengadilan memutuskan untuk memberi waktu bagi pasutri itu.

Diharapkan mereka melaksanakan rekonsiliasi dan membahas era depan rumah tangganya.

Namun, bila sang suami tidak menawarkan perubahan dan tetap memberi ketentraman yang dianggap berlebihan oleh istri, mungkin perceraian mereka bisa tetap terealisasi.

Sumbеr: іѕlаmіdіа.соm