Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baik Jelek Ayahku Beliau Tetap Pahlawanku, Baik Buruk Ibuku Ia Tetap Surgaku


Sеtіар оrаng nіѕсауа mеrіndukаn ѕоѕоk уаng bіѕа mеnjаdі роlа dаn раnutаn dаlаm kеhіduраn ѕеhаrі-hаrі.

Sosok tersebut mampu kita jumpai lewat ayah dan ibu di rumah yang telah merawat dan menjaga kita mulai dari kecil hingga menuju ke puncak keberhasilan.


Namun tidak bisa disangkal bahwa sosok ayah maupun ibu juga tak luput dari kesalahan dan mungkin membuat kita sakit hati bahkan berencana untuk membenci mereka.

Namun apakah tindakan membenci orang bau tanah yaitu suatu tindakan yang benar dan terpuji?

Mari kita bercermin perihal perilaku yang harus kita tunjukkan kepada orang renta baik itu ayah maupun ibu kita.

Agama Islam mengajarkan wacana bagaimana mengasihi orang renta dan tidak pernah sedikitpun menyinggung wacana tidak suka dan memusuhi orang bau tanah.

Justru sebaliknya, ketika perilaku tidak senang orang renta dilaksanakan maka akan ada suatu simpulan atau imbas dari tindakan tersebut.

Tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan bagaimana tidak senang orang renta.

Namun setiap agama tentu mengajarkan bagaimana mencintai dan mengasihi orang wangi tanah kita dengan benar-benar terlepas dari kelasahan yang mereka kerjakan.

Istilah “baik jelek ayahku ia tetap pahlawanku, baik jelek ibuku dia tetap surgaku” mau menggambarkan terhadap kita semua bahwa bagaimanapun keadaan orang anyir tanah kita.

Mestinya kita harus tetap menghargai dan menghormati mereka selaku utusan Tuhan dalam hidup kita masing-masing.

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan tergolong kedua orang bacin tanah kita, tetapi kita diusulkan untuk memaafkan dia.

Sayangi orang tuamu, hormati orang tuamu, bahagiakan orang tuamu.

Akan ada saatnya nanti kau akan berpisah dengan mereka selamanya, dan agar perpisahan itu tidak meninggalkan bekas dan luka sehingga membuatmu tidak dapat memaafkan diri sendiri.

Sumbеr: іѕlаmіdіа.соm